New Star
Bagian 2
Setelah pulang menonton pertandingan sepak bola, sampai dirumah Ali membersihkan sepatu sepak bola miliknya. Sejenak Ali melirik ke arah jam dinding di dekat rak sepatu bagian depan rumahnya. Ali tampak sibuk menggosok sepatunya, tidak lama pintu depan rumah Ali terbuka tampak seorang wanita yang sudah tidak muda lagi dengan pakaian dinas memasuki rumah,”assalamualaikum, Ali pintunya tidak dikunci?”, wanita itu mengucapkan salam seraya bertanya kepada Ali yang duduk jongkok sambil menggosok sepatunya. Ali langsung mencium tangan wamita itu,”waalaikumussalam, eh ibu, tidak bu soalnya Ali kan duduk di depan pintu dari tadi hehe” jawab Ali sambil tersenyum. Benar wanita itu tidak lain adalah ibu Ali, “iyaa tidak apa-apa, sudah makan siang nak?”, wanita itu tersenyum sambil menggosok kepala Ali. “Sudah bu, tadi Ali ditraktir teman dia baik sekali” jawab Ali sambil meletakkan sepatu ibunya dan sepatu bolayang telah di gosoknya kedalam rak.
Ali dan ibunya bercengkrama dengan asik mengenai bagaimana sekolah Ali hari ini, ibu Ali tentunya sangat mensupport anaknya untuk bermain sepakbola selain memang hobi anaknya sejak kecil. Wajar Ali sangat menyukai olahraga tersebut karena almarhum ayahnya merupakan penggemar berat klub sepak bola Liverpool, ayah Ali meninggal saat Ali akan mengikuti seleksi pemain untuk sekolahnya saat smp dulu, hal itu membuat Ali sangat terpukul fokusnya untuk menjadi pemain mewakili sekolahnya untuk kejuaraan nasional terganggu Ali mundur dari seleksi. Malamnya selesai makan malam dengan ibu Ali sibuk membahas pelajaran untuk besok, Ali adalah tipikal anak yang rajin meskipun prestasinya biasa saja.
Esoknya Ali berangkat sekolah, pagi itu Ali sangat semangat Ali tidak sabar untuk bergabung dengan tim sepakbola SMA 1 Nusa Bangsa,”aku sangat senang karena hari ini aku akan bergabung dengan tim”bisik Ali didalam hati. Sampai di kelas Ali langsung meletakkan tasnya di meja lalu pergi ke kelas Sepuluh Ipa satu tempat Haikal, belum sampai dikelas Sepuluh Ipa satu Haikal sudah keluar kelas sambil membawa brosur iklan bagi yang mau bergabung sepakbola, Haikal berlari kearah Ali dan langsung merangkul Ali seraya menunjukkan brosur tersebut ”Hei Al, lihat ini? Sore nanti kita langsung ke lapangan loh langsung disuruh membawa baju olahraga dan sepatu bola”, kata Haikal dengan penuh semangat. “Nanti kita bareng pergi ya kal! Aku mau ambil sepatu dulu”, tanggapan Ali dengan sangat senang,”tentu, nanti saat pulang langsung saja ke tempat parkir”, balas Haikal si kribo yang penuh semangat mirip Rock Lee di Naruto.
Bel pelajaran masuk dimulai, perbincangan mereka selesai Ali dan Haikal pergi menuju kelas masing-masing. Hari ini adalah pelajaran matematika pelajaran favorit Ali, sejak pelajaran dimulai Ali selalu menjadi murid paling aktif dikelas semua soal dia yang kerjakan, banyak murid yang kagum padanya. Saat jam keluar main seorang cewe dengan tinggi sedang dan wajah cantik datang kepada Ali, cewe tersebut sepertinya tidak terlalu menarik bagi Ali, bahkan didalam kepala Ali hanya ada sepakbola. “Ali, heyy namaku Widyasari bisa bantu aku belajar matematika sore ini?” cewe tersebut tampak serius memandang Ali,”maaf Widya hari ini aku latihan sepakbola, maaf ya aku pergi dulu aku ada janji dengan Haikal anak sepuluh Ipa satu dikantin”, Ali meninggalkan cewe itu tampak di raut wajahnya rasa kecewa.
Pukul tiga sore Ali pulang latihan juga dimulai jam tiga sore, akan tetapi karena banyak murid baru yang tidak tahu jadwal latihan sehingga banyak yang belum makan, tidak bawa seragam olahraga dan sepatu maka diberikan waktu dispensasi dan latihan dimulai jam 3.45 sore. Tanpa berlama-lama Ali langsung diantar Haikal pulang kerumah untuk mengambil sepatu dan shalat, disana Haikal juga sempat berkenalan dengan ibu Ali dan berbincang-bincang sebentar. Ali dan Haikal datang tepat waktu begitu sampai dilapangan mereka langsung disuruh berbaris ada 40 orang murid baru yang bergabung, barisan murid baru dan tim inti yang beranggota 16 orang dipisah. Di depan barisan berdiri seorang lelaki kira-kira usianya masih seumuran anak kuliah,”nama saya Eky pratama, panggil saja bang Ek, saya pelatih dari tim ini”, jelas lelaki itu.
Eky adalah alumni dari SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi, Eky baru 1 tahun melatih namun ditanganya tim sepakbola SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi berhasil juara Piala Pelajar Bukittinggi 2019. Bang Eky adalah anak dari mantan pelatih sepakbola, ayahnya juga pernah bermain di piala nasional, sayang waktu masih sma bang Eky tidak punya kualitas bagus sebagai pemain, wajar kalau porsi latihan yang diberikannya sebagai pelatih keras agar pemain tersebut tidak seburuk dirinya waktu bermain.”Hari ini kita punya 2 berita, satu baik satu buruk kalian pilih mana?”, tanya bang Eky sambil tersenyum. “Buruk dulu bang, karena saya suka akhir yang bahagia”, Haikal menjawab dengan berani. Bang Eky tersenyum mendengarnya,”siapa namamu? Murid baru kan?, bagus itu berani kamu orangnya tidak ragu-ragu dan takut” bang Eky memberi jempol.
“Baik berita buruknya yaitu, karena format tim yang akan bertanding di Piala Pelajar Nasional yang sebelumnya 68 tim dipangkas menjadi 32 tim maka kompetisi kita akan digabung dengan provinsi Riau. Kenapa digabung?, karena jumlah provinsi di Indonesia ada 34 sementara tim akan bermain di Piala Pelajar Nasional adalah 32 tim, agar seleksi lebih adil tip provinsi digabung ada yang provinsi ada yang 3. Maka kompetisi kita mulai tahun ini sampai kedepanya diubah menjadi Piala Pelajar Sumbar Riau atau PSR Cup”, jelas bang Eky. “Nah, untuk berita bagusnya adalah wakil PSR Cup adalah 3 tim terbaik, dari sebelumnya 2 tim saat PSB Cup. Dari peta turnamen yang sudah keluar 1 bulan sebelum pertandingan, total ada 24 tim yang bertanding, dan kita hanya bertanding sebanyak 2 kali, menang sekali lanjut babak berikutnya menang lagi langsung semifinal. Dari yang abang lihat lawan pertama kita adalah juara ke-3 Piala Pelajar Bukittinggi yang merupakan lawan kita di semifinal yaitu SMA 2 Nusa Bangsa Bukittinggi dimana kita menang telak 7-1”lanjut bang Eky menjelaskan.
“Turnamen hanya tinggal 1 bulan lagi, persiapkan diri kalian!, untuk tim inti Rahmad, Ihsan, Tedi dan Hendra tidak bergabung dengan tim karena sudah kelas 12 fokus PTN mereka lagi. Karena jumlah pemain maksimal untuk PSBR Cup ada 22 pemain, maka abang tidak akan sia-sia kan kesempatan ini, sekarang pemain inti tinggal 12 pemain jadi untuk menjadi 22 pemain abang akan mengambil 10 pemain dari kelas 10. Kita akan latihan mulai dari hari ini, jadwal latihan setiap hari sepulang sekolah sampai jam 5 sore untuk minggu kita ambil dari jam 8 sampai jam 11 siang. Pemain dari kelas 10 akan diseleksi setiap minggu 10 pemain terbaik masuk tim utama, kalian yang terpilih juga punya waktu beberapa hari untuk menyesuaikan dengan tim utama. Untuk pemain kelas 10 akan diseleksi oleh asisten pelatih Reza dan tim inti akan abang yang latih”, Jelas bang Eky sebagai pelatih.
Latihan dimulai, semua murid kelas satu terkejut termasuk Ali dan Haikal ketika mengetahui bahwa bang Reza bukan Cuma kapten tetapi juga asisten tim. “Latihan kita sampai hari minggu nanti adalah fokus pada dribbling, saya ingin tahu seperti apa dribble kalian, latihan kita keras jadi jangan main-main dan fokus” jelas bang Reza dengan tegas. Latihan dimulai dengan pemanasan yang memakan waktu 30 menit banyak murid kelas 10 yang kelelahan tak terkecuali Ali dan Reza, “latihan dribble dimulai kalian akan mendribble bola secara bolak balik masing-masing akan abang hitung waktunya yang tidak berkembang dicoret” jelas bang Reza seolah tidak memberi jeda. Semua murid tampak kelelahan untuk mendrbble secara bolak balik karena sudah terkuras saat pemanasan, semua mendapat waktu yang buruk. Latihan hari pertama selesai semua murid kelas 10 yang tidak terbiasa tampak mengalami kelelahan.
Hari demi hari berlalu Ali dan Haikal seolah lambat laun terbiasa dengan porsi latihan yang diberikan bang Reza hari-hari mereka seolah disibukkan dengan belajar dan latihan, sampai pada hari minggu pengumuman pemain yang lolos di seleksi pertama, beruntung Ali dan Haikal lulus diseleksi pertama. Semakin lama latihan dan seleksi semakin ketat Ali dan Haikal terus lulus seleksi hingga tahap akhir dan mereka masuk tim inti. Ali dan Haikal sangat senang ketika mengetahui mereka sama-sama lolos tim inti, kedua sahabat ini seolah makin akrab. Hari-hari dan perbincangan mereka selalu bahkan pasti ada membahas tentang sepak bola dan tim mereka yang baru, bukan cuman baik dibidang sepakbola kedua sahabat ini juga sering melakukan agenda belajar bersama dirumah Ali karena Ali tidak punya kendaraan untuk belajar ditempat Haikal, prestasi mereka berdua juga bagus bahkan Ali sedang dibahas oleh guru-guru agar pindah kekelas unggul.
Suatu sore menjelang malam saat Ali pulang latihan sendirian karena Haikal sakit demam dan tidak ikut latihan terakhir, maka Ali terpaksa pulang sendiri. Saat keluar dari gerbang sekolah Ali kembali melihat lelaki berkacamata hitam dengan jaket hitam yang memandanginya dengan wajah seolah senang seulas senyuman terpampang diwajahnya, lelaki itu berdiri disebuah toko yang telah bertahun-tahun tutup dan kosong, Ali mencoba untuk cuek dan menoleh kearah lainnya namun beberapa detik kemudian Ali menoleh kembali, Ali sangat terkejut tiba-tiba lelaki itu menghilang. Sampai dirumah Ali menelpon Haikal ”Assalamualaikum,hei bro bagaimana keadaanmu?”,”waalaikumussalam, sudah baikan besok aku sudah pergi bertabding” balas Haikal. “Oke jaga kesehatanmu besok minggu bodoh, kita beranding hari senin di Padang” jelas Ali, “Hahaha baik maaf aku lupa, sudah yaa aku tutup telfonnya soalnya aku masih butuh istirahat, Assalamualaikum” Haikal mengakhiri pembicaraan, “waalaikumussalam” jawab Ali menutup telfon. Ali tidak sabar dengan turnamen yang akan berlangsung satu hari lagi, akan tetapi Ali masih risih dengan lelaki berkacamata dan berjaket hitam tersebut terlebih saat tahu dia menghilang tiba-tiba.
Kembangkan kreativitasmu disini!!update setiap tanggal 8 dan 17 di setiap bulannya, hari resmi blog 17 agustus 2018. Admin:Taufiqurrahman Hardika
Translate
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Semua postingan
puisi kota malam
Puisi kota malam Matahari balik ke peranduannya Bulan dan bintang keluar menghiasi langit Lampu-lamp...
-
New Star Bagian 1 Hari ini adalah hari keenam aku bersekolah di SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi sebagai murid baru, pada pagi ini ...

No comments:
Post a Comment