Translate

Friday, 6 March 2020

puisi kota malam

                               Puisi kota malam

Matahari balik ke peranduannya
Bulan dan bintang keluar menghiasi langit
Lampu-lampu jalan mulai menghiasi gemerlap malam
Diikuti dengan lampu kedai, rumah, dan pedagang kaki lima di sekeliling jalan

Gedung dan bangunan pun tak mau kalah
Mereka semua menyala hingga sampai ke puncak paling atas
Sehingga siapapun yang nampak dari jauh akan mengagumi tinggi dan gagahnya bangunan itu
Yaa... gemerlap kota malam yang indah

Angin malam yang dingin berhembus tapi jalan-jalan tetap ramai
Dipadati oleh kendaraan-kendaraan yang tangguh 
Mereka tidak akan berhenti meskipun di hadang angin malam yang dingin
Mereka akan terus melaju hingga sampai ke tujuan

Sebagian orang berhenti dan menepi
Untuk sejenak melepas penat di kedai
Seraya bercengkrama ditemani minuman hangat
Aaahhh..... sungguh kota malam yang indah

By:Taufiqurrahman Hardika

Sunday, 19 January 2020

New Star Bagian 3

                                     New Star
                                     Bagian 3

            
Pada Minggu pagi sebelum berangkat besok ke Padang untuk PSBR Cup, Ali sudah datang ke lapangan sendirian meskipun tidak ada jadwal latihan karena para pemain diberi waktu satu hari untuk istirahat sebelum ke Padang. Ali melatih akurasi tendangannya dengan memasukkan bola kedalam gawang kecil berukuran panjang 75cm dan tinggi 50cm , Ali mencoba memasukkan bola dari luar kotak penalti namun tidak satupun yang berhasil masuk. “Sial, kenapa aku sangat sulit memasukkannya” ujar Ali yang bergumam didalam hati karena mulai kesal, “kau terlalu memaksa Ali!” teriak bang Reza dengan tegas dariluar lapangan. “Eh bang Reza, hehe aku hanya mencoba akurasi tembakannya bang” sahut Ali kepada bang Reza dengan senyuman. Bang Reza masuk lapangan dan mengambil sebuah bola “mau bermain sepakbola gawang kecil one on one?” ajak bang Ali, “boleh bang ayoo”, sahut Ali dengan penuh semangat.
Ali dan bang Reza mulai bermain, mereka hanya memakai setengah lapangan sepakbola, dengan menggunakan 2 buah gawang kecil tadi. Ali memegang bola terlebih dahulu, baru memulai serangan Ali langsung tersendat oleh hadangan bang Reza “sial, kuda-kudanya sangat rapidan tidak ceroboh seolah tidak ada celah bahkan untuk nut make (melewati lawan dengan memasukkan bola memalului kolong lawan) sangat mustahil” ujar Ali dalam hati. Terlalu lama berfikir bang Reza langsung merebut bola yang dipegang Ali, Ali terkejut dan langsung mengejar bang Reza yang mendribble bola namun tampaknya laju bang Reza dengan membawa bola sangat cepat, Ali tidak bisa mengejar dengan mudah bang Reza unggul 1-0. Ali terus berusaha menghentikan permainan bang Reza namun tidak bisa dalam 10 menit skor sudah 10-0, “oh iya aku mungkin tidak bisa mengejar larinya tapi aku bisa membaca gerakannya dengan membaca batinnya” Ali mendapatkan ide dan diam-diam dia menunjuk bang Reza. “Pegang bola kekiri bawa kekanan kembali kekiri lakukan tipuan solah kekanan dan dribble kekiri” ujar batin bang Reza.
“Aku tahu bergerak kekiri sekali saja dang bersiap untuk menghadangnya” bisik Ali dalam hati sambil bergerak kekiri, benar bola berhasil dipotong Ali dengan cepat Ali mendribble bola dan langsung melepas tembakan jarak jauh karena Ali sadar lari bang Reza sangat cepat sekalipun bukan pemain sayap. Beruntung tembakan Ali masuk skor menjadi 10-1, perlahan Ali menemukan permainanbang Reza meskipun masih kebobolan setidaknya Ali bisa membalas dan tidak kebobolan sebanyak tadi, akhirnya pertandingan berakhir dengan skor 17-5. Mereka berdua lalu duduk ditepi lapangan, “kau hebat Ali” puji bang Reza dengan nafas sedikit terengah-engah sambil menepuk bahu Ali, “haha tidak bang, aku dibantai loh bang 17-5” balas Ali yang menyadari ketertinggalannya yang sangat jauh. “Kau hanya perlu berlatih lebih sering Ali, baru kali ini ada yang bisa menebak pergerakanku selain Tirta dan Denis temanku smp dulu” bang Reza seolah yakin Ali akan menjadi pemain yang hebat, “maaf bang aku tidak kenal mereka” jawab Ali dengan polos.
Bang Reza mengambil bola disebelah dia duduk lalu melempar bola itu ke arah kepala Ali, “bodoh, tentu saja kau tidak kenal dasar polos” ucap bang Reza seolah bercanda. Ali tidak menyangka bang Reza yang selama ini dia kenal tegas dan jarang tersenyum bisa bercanda, “tapi kau akan bertemu dengan Tirta di semifinal PSBR Cup Ali!” bang Reza seolah yakin SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi lolos ke final. “Kemaren sore aku dapat berita SMA YPR(yayasan pendidikan Riau) menang 20-0 melawan satu dari 3 wakil Bukittinggi di PSBR Cup, mereka menghajar 20-0 dari SMA Gelora Bukittinggi lawan kita di final dengan mudah” bang Reza menjelaskan dengan sedikit takut mengenai kehebatan SMA YPR. “Lantas apakah Tirta ada disana bang? Maksudnya bang Tirta?” tanya Ali, “Jelas dia mencetak 10 gol saat itu, pemain SMA YPR termasuk cadangan mencetak satu gol, dan dia mencetak 10 gol” jawab bang Reza. “Aku ingin tahu bang seberapa hebat bang Tirta yang abang tahu dan kenapa kita besar kemungkinan tembus ke semifinal dan melawan SMA YPR” tanya Ali yang sangat penasaran.
Bang Reza mulai bercerita tentang kenangan masa lalunya saat smp, “waktu itu kami dijuluki sebagai trio maut dengan formasi 4-3-3 kami berperan sebagai 3 penyerang di depan.  Tirta sebagai striker sayap kiri, Denis sebagai striker sayap kanan dan aku bertugas sebagai striker tengah karena lariku paling lambat dari ketiganya”. Ali terkejut mendengar itu, dia tidak menyangka bang Reza yang sangat cepat saat dia bermain tadi ternyata adalah paling lambat dari ketiganya. “Kau terkejut Al?, ya kami bertiga adalah pemain tercepat di piala nasional, akan tetapi Denis lebih cepat dua kali dariku sedangkan Tirta 10 kali lebih cepat dariku” bang Reza seolah menyadari bahwa  Ali terkejut mendengar bahwa ada yang lebih cepat darinya. Memang wajar Ali terkejut, bang Reza adalah pemain tercepat di Piala Pelajar Bukittinggi kecepatan bang Reza pemain sayap sekalipun dia tidak berposisi debagai sayap. Bang Reza berdiri sambil mengambil bola yang tadi dia lempar kepada Ali, lalu melanjutkan cerita “akan tetapi keseimbangan kami mulai hancur setelah juara piala nasional, saat kami masuk kelas 3 smp, awalnya kami bertiga merasa sombong rasanya tim sangat bergantung dengan kami bertiga”.
Bang Reza menghentikan ceritanya dan duduk sambil memegang bola tadi, lalu lanjut bercerita “lama-kelamaan kami bertiga mulai tidak kompak meski kami juara piala nasional kedua kalinya akan tetapi Denis dan Tirta seolah bersaing ingin menjadi yang terbaik, rasanya tim kami sudah hancur. Denis memang tidak secepat Tirta tapi dia adalah pemain yang dijuluki sebagai sikaki gila, kakinya sangat cepat bahkan mustahil merebut bola darinya. Persaingan mereka berdua sebagai pemain terbaik membuat tim hancur, perlahan posisiku di tim sama dengan pemain lainnya tidak berarti lagi. Strategi tim seolah percuma, bahkan bermain secara acak dan asalpun tidak apa asal tim menang. Pelatih yang menyadari tim itu telah hancur sudah berusaha keras menyadarkan Tirta dan Denis tapi sia-sia, pada akhirnya banyak yang keluar dari tim menjelang Piala Pelajar Jakarta Pusat yang diadakan 2 bulan sebelum aku lulus smp.
Karena kekurangan pemain kami di anggap gugur, pelatih kami akhirnya memutuskan untuk membubarkan tim sepakbola smp kami. Saat aku masuk sma aku memilih sma yang berbeda dengan Denis agar aku tidak menghancurkan tim lagi, bahkan semenjak itu aku menyadari kesalahanku dan lebih menyukai kerja sama tim. Sementara Tirta masuk sma di Pekanbaru karena ayahnya dinas disana. Tahun pertama aku bermain untuk sma, aku langsung ditunjuk pelatih sebagai kapten hasilnya aku berhasil membawa sma ku juara nasional, akan tetapi aku tidak bertemu dengan Denis dan Tirta tetapi aku mendengar kabar bahwa dua sma yaitu SMA 5 Garuda Jakarta Pusat, sma tempat Denis bersekolah dan SMA YPR tidak ikut mendaftarkan tim mereka ke turnamen”.
“Lalu kenapa kita sangat besar kemungkinan bertemu dengan SMA YPR di semifinal nanti bang?” Reza kembali menanyakan pertanyaan yang tadi belum terjawab. Bang Reza berdiri memandang lapangan sambil memegang bola dengan tangan kanannya lalu melemparnya ke lapangan sembari menjawab pertanyaan Ali, “menurut peta turnamen PSBR Cup kita akan bertanding dua kali pertama di babak 24 besar dan 6 besar lalu semifinal. Sementara sma lain ada yang bertanding 3 sampai 4 kali baru semifinal, kita beruntung saat undian kita mendapat posisi yang jelas menguntungkan. Setelah SMA YPR menang mereka akan lolos ke babak 12 besar lalu 8 besar dan semifinal, rasanya bagi sma tersebut tidak akan sulit melawan tim selanjutnya jika laga sebelumnya sudah menang 20-0. Aku sangat yakin Tira tidak akan kesulitan menghadapi lawan tersebut, dengan kehebatannya yang kukenal selama ini bahkan aku yakin dia jauh lebih kuat sekarang rasanya tidak akan sulit baginya  mencapai semifinal, terlebih yang aku dengar pemain lainya SMA YPR setara dengan pemain nasional”.
Bang Reza yang masih berdiri menoleh ke arah aula dekat lapangan tampak seorang gadis yang melambaikan tangan kearahnya, “bang aku sudah selesai latihan tari, ayo pulang” gadis itu bersorak dari kejauhanlalu berjalan kearah bang Reza. Ali tentu kenal dengan gadis itu, gadis cantik itu adalah Widya yang sering dia acuhkan selama ini, Ali bukan tidak tertarik padanya hanya saja Ali belum terpikir untuk jatuh cinta fokusnya hanya pada pendidikan dan sepakbola. “Aku pulang dulu Ali, adikku sudah selesai latihan tari terima kasih sudah mau bermain denganku” ucap bang Reza yang terus memandangi Widya dari kejauhan. “Abang, adalah abangnya Widya?” tanya Reza seolah tidak percaya. “Tentu dia adalah adikku. Tidak mirip bukan?, yaa karena dia adik angkatku, sudah ya abang kesana dulu kasihan Widya berjalan kejauhan. Sampai jumpa Al!” bang Reza lalu pergi meninggalkan Ali. Widya yang menyadari ada Ali disana menegur Ali dengan penuh ceria “Haiii Ali!”, “eh Wi.....Widyaa” balas Ali agak terkejut dan gugup sambil melambaikan tangannya.
Ali hanya memandang gadis itu berjalan dengan abangnya dari kejauhan, “aku baru sadar dia cantik, dia sangat cantik dia mungkin tidak berkulit putih tapi dia penuh semangat harinya selalu ceria aku selalu senang melihanya, matanya juga lentik dan senyumannya manis dengan bibir merah walau tidak pakai lipstik” Ali berkata-kata sendiri seolah mulai terpesona dengan Widya yang selama ini dia acuhkan. Ali baru sadar dia bisa membaca batin seseorang dia menunjuk Widya dari kejauhan “Al, aku mencintaimu” Ali begitu senang mendengarnya rasanya seperti bebunga-bunga serasa ingin terbang tinggi. “Aku juga mencintaimu Widya” balas Ali dengan suara kecil. “Wahhh Ali jatuh  cinta sama Widya ya? Wahhh biar aku sampaikan kenapa malu-malu seperti ini” Haikal tiba-tiba muncul dari belakang Ali. Ali sangat terkejut lalu bertanya “ Haikal sejak kapan kau disini?”, “tadi waktu aku jajan lewat lapangan aku melihat kau berbincang dengan bang Reza jadi aku nguping deh. Tapi ada yang lebih penting dari pada SMA YPR yaitu cinta yang harus disampaikan” Haikal dengan penuh semangat mengejar Widya yang akan naik motor di bonceng bang Reza.
“Sial kau kenapa sihhh kal?” Ali antara kesal dan takut Haikal mengejar Widya meski dia tahu Widya menyukainya tapi dia masih malu dan gugup. “Hei,  ratu Widya ada yang jatuh cinta denganmu namanya pangeran Ali katanya aku mencintaimu” Haikal terus bersorak sambil mengucapkan itu kearah Widya yang dibonceng bang Reza, sepertinya Widya tidak mendengar motorn yang ditumpanginya sudah berjalan jauh meninggalkan Haikal yang terus bersorak penuh semangat. “Yahhh, Widya pergi jauh dehh” ujar Haikal tampak lesu, dari kejauhan Ali datang dan memukul kepalanya” kau kenapa sih bodoh?” Ali bertanya dengan kesal. “Awwww akit tahu, baguslah Widya tahu berarti dia mau mengikat hatinya kepadamu dari pada di tikung sakitnya tuh disinih!” jawab Haikal sambil menunjuk dadanya. “Tapi ga gitu juga kal, kan butuh proses dulu kau ini cepat kali” ujar Ali sambil menggosok-gosok rambut kribo Haikal, “iyadeh maafin aku yaa, tapi kau tak usah marah nanti aku bantu deketin Widya dengan cara profesional, nihh nomor WA Widya” ucap Haikal sambil menunjukkan konta WA Widya.
“Mana bagi aku Kal?” Ali terlihat sangat antusias ingin mendekati Widya, “yaelahh kalau itu baru kau senang mana hp mu?’ Haikal meminta hp Ali. Ali lalu menyerahkan hp miliknya kepada Haikal, dari kejauhan Ali terkejut melihat lelaki berkacamata hitam kembali memandangnya dari jauh “Kal, pegang dulu ya aku mau kekedai” Ali menitip hp miliknya pada Haikal, “oke Breyyy” balas Haikal yang sibuk menyalin kontak Widya ke hp Ali. Ali langsung mengejar lelaki berkacamata hitam itu, lelaki itu langsung berlari dengan sangat cepat. Ali terus mengejar lelaki itu yang berlari kearah pasar dengan cepat, “heyyy tunggu kau siapa kenapa terus membututiku?” Ali bersorak sambil terus mengejarnya. Lari lelaki berkacamata hitam itu sangat cepat lelaki itu masuk kedalam gang sempit di tengah pasar pas yang diapit dua toko gang itu sangat semoit dan pas untuk satu orang, “heyy jangan lari-lari di pasar!” Ali banyak mendapat teguran orang di pasar akan tetapi tidak satupun orang-orang yang melihat lelaki itu. Ali masuk kedalam gang tersebut yang tembus pada lapangan bola luas yang dikelilingi tembok batu tampak lelaki itu berhenti di tengah lapangan.
“Sekarang kau mau kemana? Ayo perlihatkan dirimu!” Ali mendekati lelaki itu dan menyuruhnya memperlihatkan wajahnya. Lelaki itu hanya tersenyum lelaki itu lalu melihat pintu besi yang terlihat di gembok lelaki itu berlari kearah sana, Ali mengejarnya “mana mungkin kau bisa mendobraknya menyerahlah” Ali menyuruh lelaki berkacamata hitam itu berhenti. Ali terkejut, diluar dugaannya lelaki itu memanjat tembok setinggi 2 meter itu seperti pemain parkur, Ali lalu memanjat tembok itu meski jauh lebih lambat dari lelaki itu. Tembok batu itu langsung tembus ke jalan yang berjarak 100 meter dari lapangan. Ali kehilangan jejak lelaki itu “sial aku kehilangannya dia terlalu cepat” ucap Ali. “Lebih baik aku membiarkannya untuk sementara waktu dan kembali ke lapangan karena hp ku masih di Haikal” ucap Ali sambil pergi kearah lapangan. Sebenarnya lelaki itu tidak lari jauh tetapi lelaki itu bersembunyi di balik mobil hitam sambil bersandar untuk beristirahat, “huaaa aku lelah sekali sekarang Ali sudah lebih cepat, berjanjilah untuk bertemu denganku di piala nasional Ali” ujar lelaki itu sambil memandang gelang berlogo Liverpool di tangannya.

Saturday, 18 January 2020

New Star Bagian 2

                                        New Star
                                        Bagian 2


Setelah pulang menonton pertandingan sepak bola, sampai dirumah Ali membersihkan sepatu sepak bola miliknya. Sejenak Ali melirik ke arah jam dinding di dekat rak sepatu bagian depan rumahnya. Ali tampak sibuk menggosok sepatunya, tidak lama pintu depan rumah Ali terbuka tampak seorang wanita yang sudah tidak muda lagi dengan pakaian dinas memasuki rumah,”assalamualaikum, Ali pintunya tidak dikunci?”, wanita itu mengucapkan salam seraya bertanya kepada Ali yang duduk jongkok sambil menggosok sepatunya. Ali langsung mencium tangan wamita itu,”waalaikumussalam, eh ibu, tidak bu soalnya Ali kan duduk di depan pintu dari tadi hehe” jawab Ali sambil tersenyum. Benar wanita itu tidak lain adalah ibu Ali, “iyaa tidak apa-apa, sudah makan siang nak?”, wanita itu tersenyum sambil menggosok kepala Ali. “Sudah bu, tadi Ali ditraktir teman dia baik sekali” jawab Ali sambil meletakkan sepatu ibunya dan sepatu bolayang telah di gosoknya kedalam rak.
Ali dan ibunya bercengkrama dengan asik mengenai bagaimana sekolah Ali hari ini, ibu Ali tentunya sangat mensupport anaknya untuk bermain sepakbola selain memang hobi anaknya sejak kecil. Wajar Ali sangat menyukai olahraga tersebut karena almarhum ayahnya merupakan penggemar berat klub sepak bola Liverpool, ayah Ali meninggal saat Ali akan mengikuti seleksi pemain untuk sekolahnya saat smp dulu, hal itu membuat Ali sangat terpukul fokusnya untuk menjadi pemain mewakili sekolahnya untuk kejuaraan nasional terganggu Ali mundur dari seleksi. Malamnya selesai makan malam dengan ibu Ali sibuk membahas pelajaran untuk besok, Ali adalah tipikal anak yang rajin meskipun prestasinya biasa saja.
Esoknya Ali berangkat sekolah, pagi itu Ali sangat semangat Ali tidak sabar untuk bergabung dengan tim sepakbola SMA 1 Nusa Bangsa,”aku sangat senang karena hari ini aku akan bergabung dengan tim”bisik Ali didalam hati. Sampai di kelas Ali langsung meletakkan tasnya di meja lalu pergi ke kelas Sepuluh Ipa satu tempat Haikal, belum sampai dikelas Sepuluh Ipa satu Haikal sudah keluar kelas sambil membawa brosur iklan bagi yang mau bergabung sepakbola, Haikal berlari kearah Ali dan langsung merangkul Ali seraya menunjukkan brosur tersebut ”Hei Al, lihat ini? Sore nanti kita langsung ke lapangan loh langsung disuruh membawa baju olahraga dan sepatu bola”, kata Haikal dengan penuh semangat. “Nanti kita bareng pergi ya kal! Aku mau ambil sepatu dulu”, tanggapan Ali dengan sangat senang,”tentu, nanti saat pulang langsung saja ke tempat parkir”, balas Haikal si kribo yang penuh semangat mirip Rock Lee di Naruto.
Bel pelajaran masuk dimulai, perbincangan mereka selesai Ali dan Haikal pergi menuju kelas masing-masing. Hari ini adalah pelajaran matematika pelajaran favorit Ali, sejak pelajaran dimulai Ali selalu menjadi murid paling aktif dikelas semua soal dia yang kerjakan, banyak murid yang kagum padanya. Saat jam keluar main seorang cewe dengan tinggi sedang dan wajah cantik datang kepada Ali, cewe tersebut sepertinya tidak terlalu menarik bagi Ali, bahkan didalam kepala Ali hanya ada sepakbola. “Ali, heyy namaku Widyasari bisa bantu aku belajar matematika sore ini?” cewe tersebut tampak serius memandang Ali,”maaf Widya hari ini aku latihan sepakbola, maaf ya aku pergi dulu aku ada janji dengan Haikal anak sepuluh Ipa satu dikantin”, Ali meninggalkan cewe itu tampak di raut wajahnya rasa kecewa.
Pukul tiga sore Ali pulang latihan juga dimulai jam tiga sore, akan tetapi karena banyak murid baru yang tidak tahu jadwal latihan sehingga banyak yang belum makan, tidak bawa seragam olahraga dan sepatu maka diberikan waktu dispensasi dan latihan dimulai jam 3.45 sore. Tanpa berlama-lama Ali langsung diantar Haikal pulang kerumah untuk mengambil sepatu dan shalat, disana Haikal juga sempat berkenalan dengan ibu Ali dan berbincang-bincang sebentar. Ali dan Haikal datang tepat waktu begitu sampai dilapangan mereka langsung disuruh berbaris ada 40 orang murid baru yang bergabung, barisan murid baru dan tim inti yang beranggota 16 orang dipisah. Di depan barisan berdiri seorang lelaki kira-kira usianya masih seumuran anak kuliah,”nama saya Eky pratama, panggil saja bang Ek, saya pelatih dari tim ini”, jelas lelaki itu.
Eky adalah alumni dari SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi, Eky baru 1 tahun melatih namun ditanganya tim sepakbola SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi berhasil juara Piala Pelajar Bukittinggi 2019. Bang Eky adalah anak dari mantan pelatih sepakbola, ayahnya juga pernah bermain di piala nasional, sayang waktu masih sma bang Eky tidak punya kualitas bagus sebagai pemain, wajar kalau porsi latihan yang diberikannya sebagai pelatih keras agar pemain tersebut tidak seburuk dirinya waktu bermain.”Hari ini kita punya 2 berita, satu baik satu buruk kalian pilih mana?”, tanya bang Eky sambil tersenyum. “Buruk dulu bang, karena saya suka akhir yang bahagia”, Haikal menjawab dengan berani. Bang Eky tersenyum mendengarnya,”siapa namamu? Murid baru kan?, bagus itu berani kamu orangnya tidak ragu-ragu dan takut” bang Eky memberi jempol.
“Baik berita buruknya yaitu, karena format tim yang akan bertanding di Piala Pelajar Nasional yang sebelumnya 68 tim dipangkas menjadi 32 tim maka kompetisi kita akan digabung dengan provinsi Riau. Kenapa digabung?, karena jumlah provinsi di Indonesia ada 34 sementara tim akan bermain di Piala Pelajar Nasional adalah 32 tim, agar seleksi lebih adil tip provinsi digabung ada yang provinsi ada yang 3. Maka kompetisi kita mulai tahun ini sampai kedepanya diubah menjadi Piala Pelajar Sumbar Riau atau PSR Cup”, jelas bang Eky. “Nah, untuk berita bagusnya adalah wakil PSR Cup adalah 3 tim terbaik, dari sebelumnya 2 tim saat PSB Cup. Dari peta turnamen yang sudah keluar 1 bulan sebelum pertandingan, total ada 24 tim yang bertanding, dan kita hanya bertanding sebanyak 2 kali, menang sekali lanjut babak berikutnya menang lagi langsung semifinal. Dari yang abang lihat lawan pertama kita adalah juara ke-3 Piala Pelajar Bukittinggi yang merupakan lawan kita di semifinal yaitu SMA 2 Nusa Bangsa Bukittinggi dimana kita menang telak 7-1”lanjut bang Eky menjelaskan.
“Turnamen hanya tinggal 1 bulan lagi, persiapkan diri kalian!, untuk tim inti Rahmad, Ihsan, Tedi dan Hendra tidak bergabung dengan tim karena sudah kelas 12 fokus PTN mereka lagi. Karena jumlah pemain maksimal untuk PSBR Cup ada 22 pemain, maka abang tidak akan sia-sia kan kesempatan ini, sekarang pemain inti tinggal 12 pemain jadi untuk menjadi 22 pemain abang akan mengambil 10 pemain dari kelas 10. Kita akan latihan mulai dari hari ini, jadwal latihan setiap hari sepulang sekolah sampai jam 5 sore untuk minggu kita ambil dari jam 8 sampai jam 11 siang. Pemain dari kelas 10 akan  diseleksi setiap minggu 10 pemain terbaik masuk tim utama, kalian yang terpilih juga punya waktu beberapa hari untuk menyesuaikan  dengan tim utama. Untuk pemain kelas 10 akan diseleksi oleh asisten pelatih Reza dan tim inti akan abang yang latih”, Jelas bang Eky sebagai pelatih.
Latihan dimulai, semua murid kelas satu terkejut termasuk Ali dan Haikal ketika mengetahui bahwa bang Reza bukan Cuma kapten tetapi juga asisten tim. “Latihan kita sampai hari minggu nanti adalah fokus pada dribbling, saya ingin tahu seperti apa dribble kalian, latihan kita keras jadi jangan main-main dan fokus” jelas bang Reza dengan tegas. Latihan dimulai dengan pemanasan yang memakan waktu 30 menit banyak murid kelas 10 yang kelelahan tak terkecuali Ali dan Reza, “latihan dribble dimulai kalian akan mendribble bola secara bolak balik masing-masing akan abang hitung waktunya yang tidak berkembang dicoret” jelas bang Reza seolah tidak memberi jeda. Semua murid tampak kelelahan untuk mendrbble secara bolak balik karena sudah terkuras saat pemanasan, semua mendapat waktu yang buruk. Latihan hari pertama selesai semua murid kelas 10 yang tidak terbiasa tampak mengalami kelelahan.
Hari demi hari berlalu Ali dan Haikal seolah lambat laun terbiasa dengan porsi latihan yang diberikan bang Reza hari-hari mereka seolah disibukkan dengan belajar dan latihan, sampai pada hari minggu pengumuman pemain yang lolos di seleksi pertama, beruntung Ali dan Haikal lulus diseleksi pertama. Semakin lama latihan dan seleksi semakin ketat Ali dan Haikal terus lulus seleksi hingga tahap akhir dan mereka masuk tim inti. Ali dan Haikal sangat senang ketika mengetahui mereka sama-sama lolos tim inti, kedua sahabat ini seolah makin akrab. Hari-hari dan perbincangan mereka selalu bahkan pasti ada membahas tentang sepak bola dan tim mereka yang baru, bukan cuman baik dibidang sepakbola kedua sahabat ini juga sering melakukan agenda belajar bersama dirumah Ali karena Ali tidak punya kendaraan untuk belajar ditempat Haikal, prestasi mereka berdua juga bagus bahkan Ali sedang dibahas oleh guru-guru agar pindah kekelas unggul.
Suatu sore menjelang malam saat Ali pulang latihan sendirian karena Haikal sakit demam dan tidak ikut latihan terakhir, maka Ali terpaksa pulang sendiri. Saat keluar dari gerbang sekolah Ali kembali melihat lelaki berkacamata hitam dengan jaket hitam yang memandanginya dengan wajah seolah senang seulas senyuman terpampang diwajahnya, lelaki itu berdiri disebuah toko yang telah bertahun-tahun tutup dan kosong, Ali mencoba untuk cuek dan menoleh kearah lainnya namun beberapa detik kemudian Ali menoleh kembali, Ali sangat terkejut tiba-tiba lelaki itu menghilang. Sampai dirumah Ali menelpon Haikal ”Assalamualaikum,hei bro bagaimana keadaanmu?”,”waalaikumussalam, sudah baikan besok aku sudah pergi bertabding” balas Haikal. “Oke jaga kesehatanmu besok minggu bodoh, kita beranding hari senin di Padang” jelas Ali, “Hahaha baik maaf aku lupa, sudah yaa aku tutup telfonnya soalnya aku masih butuh istirahat, Assalamualaikum” Haikal mengakhiri pembicaraan, “waalaikumussalam” jawab Ali menutup telfon. Ali tidak sabar dengan turnamen yang akan berlangsung satu hari lagi, akan tetapi Ali masih risih dengan lelaki berkacamata dan berjaket hitam tersebut terlebih saat tahu dia menghilang tiba-tiba.

Monday, 13 January 2020

New Star Bagian 1

New Star
Bagian 1



Hari ini adalah hari keenam aku bersekolah di SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi sebagai murid baru, pada pagi ini ini semua murid akan dikumpulkan di lapangan upacara kami berkumpul di tengah-tengah lapangan upacara. Kami dikelilingi oleh belasan stan organisasi dan ekstrakulikuler, ya hari ini adalah hari perkenalan organisasi dan ekstrakulikuler. Bapak Kepsek memberikan pengarahan dan nasehat mengenai organisasi dan ekstrakulikuler yang akan diambil ”hari ini kalian akan diperkenalkan mengenai organisasi dan ekstrakulikuler, silakan bergabung dengan organisasi dan ekstrakulikuler yang sesuai dengan bakat dan minat kalian. Bapak yakin kalian tidak hanya punya potensi dibidang akademik tapi juga dibidang nonakademik, silakan kembangkan bakat kalian di sma ini!”ujar pak Kepsek.
Aku menoleh kesekeliling tapi aku tidak menemukan stan sepak bola,”dimanakah stan sepak bola? Aku berbicara sendiri dengan suara sangat pelan”, jelas aku mencari stan sepak bola karena itu olahraga favoritku sejak taman kanak-kanak dulu. Seorang murid laki-laki berkulit kuning langsat dengan rambut kribo menepuk bahuku dengan suara ekspresif seperti Rock Lee di anime Naruto,”waaahhh keren kau mencari stan sepak bola juga ya?”. Anak itu sangat berisik saking berisiknya aku tidak mendengar jelas apa yang dikatakannya, sampai akhirnya dia memperkenalkan diri, ”namaku Haikal, aku kelas Sepuluh Ipa satu, namamu siapa?” ,tanyanya sambil mengajakku berjabat tangan.
Aku menjabat tangannya seraya memperkenalkan diri,”namaku Ali, dari kelas Sepuluh Ipa lima”sambil tersenyum, sudah jelas anak berisik ini lebih hebat dariku karena kelas Ipa satu adalah kelas unggulan, sementara aku ada di kelas Ipa terakhir yaitu Ipa lima. Untuk sementara murid baru belum dibariskan menurut kelas akan tetapi menurut menurut rombongan belajar saat masih masa perkenalan lingkungan sekolah oleh kakak senior. Ketika asik berbincang dengan Haikal pertanyaan kami terjawab oleh pengarahan “untuk pendaftaran ekskul sepakbola sepertinya besok, karena tim sepak bola SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi bertanding untuk final Piala Pelajar Bukittinggi jam 9 pagi ini, dimana diluar dugaan kita bisa tembus final tahun ini mereka bertanding di stadion sepakbola Bukittinggi”, ujar pak Kepsek.
Haikal menepuk bahuku”hei Ali kau mau ikut? Aku ada motor kesana”, ajak Haikal. Aku sangat senang mendengarnya dan mengangguk pasti ”tentu saja aku ikut”, setelah pengarahan pak Kepsek selesai barisan dibubarkan dan kami dipersilahkan menuju stan pendaftaran masing-masing sesuai minat dan bakat, karena stan sepakbola tidak ada sejumlah murid memilih pergi ke stadion untuk menonton dan beberapa ada yang memilih pulang. Haikal mengajakku pergi ke kantin “ayo kita makan-makan di kantin, santai biar aku traktir”, awalnya aku menolak karena takut membebani Haikal, mana tau dia butuh uang tapi karena Haikal memaksaku, akhirnya aku ikut.
Aku dan Haikal duduk di meja kantin dengan sepiring bakso dan segelas teh es manis, rasanya aku sangat beruntung karena aku belum makan pagi ibuku masuk kantor lebih pagi karena ada laporan yang harus segera diselesaikan pagi ini. Aku jadi terpikir dengan pernyataan pak Kepsek tadi tanpa ragu aku membuka pembicaraan dengan Haikal yang terlalu sibuk dengan makanannya dan makan dengan sangat lahap “Kal! Kau tau kenapa tadi pak Kepsek bilang tim sma kita diluar dugaan  masuk final Piala Pelajar Bukittinggi?. Haikal sedikit terkejut dan minum sejenak, lalu menjawab pertanyaanku “jelaslah Al, SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi merupakan tim terlemah diantara 8 tim yang ada, tapi aku dengar bahwa tahun ini tim sma kita kedatangan murid pindahan dari Jakarta, bahkan dia langsung menjadi kapten”.
Aku terkejut mendengar penjelasan Haikal, aku yakin dia bukan orang biasa, Haikal melanjutkan penjelasannya,” IQ 190, namanya Reza, dia murid kelas Sebelas Ipa 1”. Sudah kuduga dia bukan murid biasa, mana mungkin dia bisa jadi kapten padahal murid pindahan dan baru saja pindah, sudah pasti dia punya strategi hebat. Haikal kembali makan” ayo cepat makan sudah jam 8.45 nanti kita telat!”, seru Haikal seraya menunjuk jam dinding yang tepat diatas kepalaku dengan mulutnya. Aku dan Haikal bergegas makan agar tidak ketinggalan pertandingan final, dengan lahap aku menghabiskan Bakso yang sudah mulai dingin itu, Haikal lalu pergi ke kasir untuk membayar lalu mengajakku keparkiran.
Sampai di parkiran aku melihat banyak abang dan kakak kelas yang berkumpul memakai bandana merah, mereka jelas adalah suporter sejati sma ini, mereka memberikan semangat untuk tim sma ini tanpa berharap adanya bayaran. Pukul 9.35 kami sampai di stadion yang telah di penuhi ribuan suporter, pertandingan sudah memasuki menit 38, karena ban motor Haikal yang bocor kami terpaksa harus menambalnya terlebih dahulu dan akhirnya kami terlambat. Kami lalu mencari posisi yang dekat dengan lapangan agar melihat jelas pertandingan, terlihat papan skor untuk sementara SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi kalah 3-0 dari lawannya SMA Gelora Bukittinggi. Haikal yang ada disebelahku kembali menjelaskan padaku,”ini sudah bagus Al, lolos ke final kita sudah pasti menjadi 2 perwakilan Bukittinggi untuk melaju ke Piala Pelajar Sumatera Barat, lagi pula lawan kita adalah juara 10 tahun berturut-turut menjadi juara”.
Aku mendengar jelas suara hati Haikal yang berharap agar tim ini menang, Haikal tidak sabar menunggu babak kedua dimulai karena saat baru sampai kami hanya menonton sepuluh menit saja. Astaga!, aku baru sadar kalau aku punya kelebihan yakni aku bisa mendengar isi hati orang lain hanya dengan menunjuknya, kenapa aku tidak memakainya saat babak kedua nanti. Pertandingan babak kedua dimulai tim SMA 1 Nusa Bangsa yang berbaju merah  celana merah memasuki lapangan, dan SMA Gelora Bukittinggi yang berbaju Biru tua dengan celana hitam memasuki lapangan. “Pergantian pemain nomor punggung 19 Muhammad Farkhan digantikan nomor punggung 8 Reza Wijaya”, ujar reporter pertandingan menggunakan mikrofon. “waawwww!,Reza langsung diberikan ban kapten ketika masuk, tampak seluruh pemain SMA 1 Nusa Bangsa Bukittinggi apakah dia akan merubah pertandingan?” seru reporter dengan diiringi sorak sorai ribuan suporter yang hadir. “itu bang Reza”, seru aku kepada Haikal seraya menunjuk bang Reza di lapangan, Haikal cuma mengangguk, tentu tujuanku sebenarnya agar Haikal tidak tahu kekuatanku.
Aku merasa bang Reza meremehkan tim lawan,”bodoh sudah kuberi kesempatan tapi mereka hanya bisa mencetak tiga gol?”ujar batinnya, sekilas bang Reza terlihat seperti pemain biasa tubuhnya bahkan kurus untuk level pemain sepakbola, kulitnya putih sama dengan diriku gaya rambutnya mirip Mesut Ozil tahun 2018 ini, sorot matanya tajam jelas dia orang yang tegas. Dari semua ciri-ciri tadi yang paling aku sesalkan adalah dia jauh lebih tampan dariku dan mirip pemain sepakbola timur tengah, sehingga menarik perhatian banyak cewe di sma ini, “Reza tampan wahhh kapan aku memilikinya, hei dia anak sma kami” terdengar suara cewe-cewe sma di tribun suporter yang begitu kagum pada ketampanan Reza.
Babak kedua baru dimulai SMA Gelora Bukittinggi yang memegang bola terlebih dahulu langsung menyerang, mereka menuju kotak penalti SMA 1 Nusa Bangsa dari tengah, unggul kualitas membuat mereka mudah menerobos pertahanan sma kami. Sebuah umpan pacu diberikan pemain tengah SMA Gelora Bukittinggi kepada penyerang mereka yang berdiri bebas sendirian di kotak penalti, “Hendra dan Joni maju kedepan jangan kawal pemain itu!” perintah bang Reza, tanpa ragu mereka maju kedepan. “Bola umpan terobosan kepada striker SMA Gelora di depan bola diterima dan langsung di tembak, daaaann goooll? Empat kosong sekarang pemirsa”, seru reporter dan SMA Gelora Bukittinggi melakukan selebrasi.
Namun seketika reporter tadi kembali berkomentar”ohh tidak ternyata offside pemirsa gol dianulir wasit”, tampak bang Reza hanya diam dengan senyum seperti meremehkan”heh, kalian pikir bisa semudah itu mencetak gol saat aku masuk”, ujar batinnya. Pertandingan kembali dilanjutkan SMA Gelora Bukittinggi terus menyerang tapi anehnya serangan mereka langsung dimatikan sebelum masuk kotak penalti, kalaupun sampai dikotak penalti pasti offside. Bang Reza memang punya strategi sangat mematikan wajar bang Reza memakai nomor punggung 8, dalam sepakbola modern mungkin nomor punggung bebas dimiliki siapa saja, namun sepakbola dulu nomor 8 adalah pemain yang menjadi pengendali penuh dalam sebuah tim. Pemain ini menjadi penyeimbang tim pengatur pola serangan pengatur pola pertahanan, dan sekarang bang Reza sangat memaknai nomor punggung ini dia mengontrol permainan tim bahkan dengan level terlalu sempurna.
“Yaaa, babak kedua sudah berjalan selama 15 menit tapi SMA Gelora Bukittinggi masih menekan, akan tetapi sangat aneh semenjak masuknya Reza Wijaya pertahanan tim ini sangat kokoh, apakah SMA Gelora Bukittinggi juara tahun ini? Melihat SMA 1 Nusa Bangsa yang hanya bertahan?”, ujar reporter.”Tentu saja tidak pak!”aku mendengar suara batin bang Reza tentu saja pertandingan sebenarnya baru dimulai, aku tersenyum yakin sma ku akan juara. Sementara kulihat anak ekspresif Haikal terus melotot dan menonton pertandingan dengan serius seolah tak berkedip, dia berharap banyak agar sma kami jadi juara.
“Hendra berikan bola kepadaku!”pinta bang Reza sambil menerima umpan dari bang Hendra dan mendribel bola dari tengah lapangan .”Tedi dan Rahmat maju kekotak penalti, Ihsan terima ini!”bang Reza memberikan bola kepada bang Ihsan.”Ihsan oper kepada Joni, Joni bermainlah dari sayap kiri dan langsung berikan umpan lambung ke kotak penalti, sayap kanan mereka sudah kelelahan karena di press sejak tadi”bang Reza begitu sigap dan tepat dalam mengatur pola serangan yang selalu sesuai prediksinya pemain sayap kanan tidak mampu mengejar laju pemain sayap kiri sma kami.
“Berbahaya sekali pemirsa serangan yang diatur oleh Reza, Reza wijaya, kali ini Joni berlari kencang menyisir pertahanan sebelah kanan SMA Gelora Bukittinggi bahkan pemain sayap dan bek sayap dilewati dengan mudah. Bola langsung di oper melambung kekotak penalti apa yang terjadi bola diterima Rahmat dia meloncat tinggi sundulan yang begitu tajam ke gawang daaannnn gooolll!!”. Reporter di stadion langsung bersorak gol diikuti sorak sorai suporter, dalam sekejap SMA Gelora Bukittinggi kebobolan hanya dengan satu kali pola serangan.
“Tiga Satu skor saat ini pemirsa, kali ini serangan pemain SMA Gelor, oohhhh mudah sekali kandas pemirsa dapat oleh Reza, Reza berlari kedepan pendek kepada Tedi, Tedi kembali Pada Reza, Reza kepada Joni, Joni kembali kepada Reza, Reza kepada Ihsan, Ihsan umpan terobosan kedepan, dapat oleh Reza daaannnn goool. Skor 3-2 saat ini, 2 gol dalam 5 menit waaaawwwww luar biasa!!”, seru reporter yang sangat terpukau dengan pertandingan ini. “Rezaaaaa, mmmmmuuuuaaahhhh”sorak sorai cewe-cewe ini membuat telingaku gatal saja. Bang Reza benar-benar menggila dalam pertandingan ini baru berselang 3 menit assistnya kepada bang Tedi berhasil berbuah gol skor menjadi 3-3, bang Reza sudah membuat 1 gol dan 1 assist.
Memasuki menit 70 SMA 1 Nusa Bangsa makin menguasai pertandingan, di menit 75 bang Reza berlari sendirian dari tengah lapangan menuju kotak penalti lawan dan melepaskan tembakan yang berujung gol kali ini sma kami unggul 4-3. “Bukan cuman strategiku akan tetapi permainanku juga tidak akan bisa kalian hentikan”, ujar batin bang Reza yang pasti aku bisa mendengarnya karena dengan kekuatanku aku bisa mendengar batin orang yang aku tunjuk. “aduhhh apa ini salah umpan dilakukan oleh Ihsan pemain SMA 1 Nusa Bangsa entah siapa yang dituju tentu saja akan mudah ditangkap kiper. Ternyata salah pemirsa pemain berbaju merah Reza sangat cepat dari belakang mengejar bola itu, kiper juga mengejarnya apa yang terjadi kiper mencoba berlari keluar kotak penalti mencoba menghalau. Ternyata Reza lebih cepat bola melambung tinggi menuju gawang kosong coba diselamatkan pemain SMA Gelora Bukittinggi dan goooollllll, 5-3 pemirsa”lagi reporter terpukau.
“pertandingan selesai wasit meniup peluit panjang, dan SMA 1 Nusa Bangsa menjadi juara dan memutus gelar juara 10 tahun berturut-turut  milik SMA Gelora, selamatt”, seru reporter. Pertandingan selesai hari ini aku tahu siapa itu bang Reza dan kuakui kualitasnya bukan cuma strategi tapi juga hebat dalam bermain sebagai pemain sepakbola levelnya setara pemain nasional, aku sangat terpukau tapi dari perkataan batinnya tadi aku takut kalau bang Reza ini orang yang sombong dan egois. Aku pergi bersama Haikal untuk pulang kerumah, aku juga sudah lapar dan tidak sabar mencoba masakan ibu, kami memilih tidak ikut seremoni sorak sorai kemenangan bersama suporter sma kami di stadion karena jelas kami murid baru yang baru enam hari sekolah. Sebelum pulang aku agak risih dengan seorang lelaki yang seumuran denganku memakai jaket hitam dan kacamata hitam dari tadi dia melihatku dengan ekspresi senang dari tribun atas penonton.

Friday, 27 December 2019

        Iman Kepada Allah yang Membuat Manusia                                 Menjadi Tangguh

Iman kepada Allah adalah keyakinan atau kepercayaan umat Islam kepada Allah SWT, iman tersebut menyangkut hati keyakinan bahwasanya semua yang terjadi yang dialami dalam hidup ini adanya karena Allah tidak ada yang lain selainNya. Pada zaman Globalisasi saat ini sangat banyak kita temukan bahwa banyaknya manusia yang rusak bahkan hilangnya iman kepada Allah hanya karena tidak tahan lagi dalam menghadapi ujian dari Allah.
Tidak sedikit kita menemukan orang yang stres atau frustasi karena tidak tahan lagi akan ujian yang dihadapi olehnya, bahkan memilih untuk pindah agama, jadi seorang yang atheis bahkan bunuh diri. Mereka merasa tidak ada lagi yang bisa menolongnya didunia ini, mereka merasa bahwasanya hidup ini semua yang terjadi karena usahanya sendiri tapi sebenarnya itu salah. Semua yang kita lakukan didunia ini semua terjadi karena Allah, akan tetapi makna semua terjadi karena Allah bukan berarti kita jadi malas ya akhi dn ukhti.
Makna ini sering disalah artikan oleh orang, bukankah sering kita dengar,” ga usah kerja bro! Rezeki tu udah ada Allah yang ngatur,” makna ini salah ya kawan-kawan. Kawan-kawan tahu kan bahwasanya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka yang mengubahnya, jadi kalau antum mals-malasan ya hidup antum hanya seperti itu saja. Makna ini sebenarnya lebih kepada agar umat Islam itu yakin dan percaya bahwa tidak ada usaha yang sia-sia, tidak ada perjuangan yang tidak membuahkan hasil semua kegagalan itu akan ada hikmahnya.
Ingat selalu kalimat ini Laa Tahzan Innallaha Maan, yakni jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama orang yang beriman. Jadi Allah tidak akan pernah membiarkan hambaNya selalu dalam kesusahan dan kepayahan, Allah tahu kok kamu itu tidak sanggup, Allah juga tidak akan memberikan cobaan kepada melebihi apa yang tidak disanggupi hambaNya. Jadi kawan-kawan mari kita menjadi manusia yang tangguh jangan jadi manusia yang lemah kuatkan iman dihatimu, niatkan semua yang kamu lakukan hanya karena Allah, Insyaallah hatimu akan menjadi lebih tenang.
Sering penulis mendengar bahwa banyak orang yang bekata”udah capek belajar tapi nilai C, udah capek kerja tapi gaji cuma segini, udah capek latihan tapi kalah, udah capek berbuat baik tapi tidak dihargai”, coba ingat lagi niat kawan-kawan mengerjakan itu karena Allah atau karena apa? Kalau niat kita karena Allah Insyaallah tidak ada penyesalan kita udah ini itu tapi hanya seperti ini, tenang saja ada hikmahnya kok.
Sekian artikel saya kali ini jadi kesimpulan yang dapat penulis berikan yakni, sebagai umat muslim tidak semestinya kita menyerah pada keadaan. Sebagai umat muslim kita harus percaya dan yakin bahwa Allah punya jalan punya rencana yang lebih baik dari yang kita harpkan, jangan pernah menyerah dan niatkan semua yang kita kerjakan hanya karena Allah agar memperoleh keberkahan sekian artikel dari saya terima kasih.

Tuesday, 26 November 2019

Kreativitas yang Mati

   Kreativitas yang mati

       
       Sebelumnya saya mohon maaf karena kesibukan dan keadaan, jadi ga sempat buat ngepost artikel baru pada tanggal 8 dan 17 november ini, .Pernahkah anda merasa ide kreativitas anda sudah mati? Anda merasa, "ah, sudahlah aku sudah kehabisan ide", dan keluhan lainnya?, jawaban sebenarnya dari masalah ini ialah bukan ide anda yang habis atau kreativitas yang mati. Semua itu terjadi karena beberapa penyebab, yang membuat anda lelah berfikir. Penyebab pertama ialah kesibukan anda, kesibukan anda dengan deadline yang padat membuat fisik dan fikiran anda jadi lelah.
      
      Apabila anda sedang lelah atau fisik anda lelah jangan pernah paksakan diri anda untuk berfikir, beristirahatlah sejenak karena fisik dan fikiran itu menyatu. Jangan pernah anda memaksa dirianda memikirkan apa konten hari ini, apa gambar hari ini, apa alat hari ini, apa puisi hari ini, cerpen, artikel hari ini. Penyebab kedua ialah kehabisan sumber, misalnya anda terlalu sering di kamar runah sehingga inspirasi anda berputar disitu saja, cobalah keluar sejenak untuk mencari inspirasi baru karena inspirasi tidak selalu lewat membaca tapi juga bisa dari pengalaman.
        
         Selain itu pergi keluar untuk sekedar jalan-jalan santai dapat mengganti ruang pandangan anda, hal baru bisa anda dapat saat keluar, pengalaman baru bercengkrama dengan kawan-kawan atau orang-orang sekitar rumah. Penyebab ketiga yang menjadi penyebab fatal ialah niat yang salah dan goyah. Kenapa saya katakan salah?, karena anda melakukan itu bukan karena hobi tapi untuk mencari uang, percayalah uang tidak akan mendatangkan hobi, tapi hobi yang akan mendatangkan uang. Niat yang goyah juga membuat anda mudah menyerah, seperti viewers yang sedikit, atau artikel yang anda tawarkan ke berbagai media selalu ditolak, latihan keras namun tetap gagal diturnamen. Semua itu merupakan proses anda perlu menikmati rasa sakit itu, karena disitulah niat anda benar-benar diuji apakah ini sekedar mengejar gelar, hanya untuk keren-kerenan atau memang hobi. Sekian artikel pendek saya hari ini apabila ada kesalahan admin mohon maaf, semoga bermanfaat terima kasih🙏🙏.

By: Taufiqurrahman Hardika
   

Thursday, 31 October 2019

Ciri-ciri Nomor WA Anda di Hapus atau di Blokir

Ciri-ciri Nomor WA Anda di Hapus atau di Blokir


       Whats App atau yang sekarang di singkat WA memang sudah tidak asing lagi di zaman sekarang ini, bahkan anak kecilpun kenal dengan aplikasi untuk komunikasi ini. Umumnya semua orang menggunakan WA, tidak mungkin rasanya jika kita periksa gawai seorang pelajar, pekerja kantoran, atau pedagang, tidak terdapat aplikasi ini.
        Aplikasi ini menjadi sangat populer karena aplikasi ini sangat hemat data, terdapat berbagai macam emoticon apalagi sekarang ini sudah ada stiker, bisa membuat status, ganti-ganti foto profil dan fitur-fitur menarik lainnya. Namun apakah anda pernah berfikir saat anda memeriksa WA anda tiba-tiba teman anda foto profilnya hilang, sudah berhari-hari dia tidak membuat status atau snap, terakhir dilihat tidak di temukan?.
       Apakah kontak anda di hapus, atau kontak anda di blokir?, bisa jadi keduannya benar, berikut ini admin akan kasih tau ciri-ciri kontak di hapus atau di blokir:

1. Foto profil tidak ada
     
        Apa bila ini terjadi bisa jadi kontak anda telah di hapus tapi ini tidak 100% benar ya, bisa juga orang ini tipikal yang tidak suka memasang atau malas memasang foto profil. Anda juga besar kemungkinan di blok karena jika anda di blok foto profil orang tersebut tiba-tiba hilang.

2. Status dan terakhir dilihat tidak ada
    
       Apabila ini terjadi  anda bisa jadi kontak anda telah di hapus, jika foto profilnya juga hilang maka besar kemungkinan anda di blokir oleh si pengguna. Namun bisa juga seseorang tersebut memasang pengaturan privasinya seperti itu.

3. Tidak ada lagi pembaruan status
 
    Jika 2 ciri-ciri di atas telah ada maka anda tinggal melihat apakah ada pembaruan status dari pengguna tersebut, dalam 1 2 minggu kedepan, jika ada maka kontak anda tidak di hapus tapi jika tidak ada sangat mungkin kontak anda di hapus bahkan di blokir. Anda juga bisa melihat sosial media lain yang di gunakan sipengguna, apabila sipengguna baru saja membuat story di instagram maka kontak anda di hapus. Anda juga bisa mengirim pesan, lihat pesan tersebut jika anda temukan hanya ceklis satu sementara di sosial media lainnya dia aktif maka anda di blokir.

     Itulah ciri-ciri kontak WA anda di hapus atau di blokir, oleh karena itu berhati-hati lah dalam berkomunikasi atau memposting sesuatu di sosial media. Karena bisa jadi karena kata-kata anda yang tidak sopan atau postingan anda yang tidak baik orang jadi lebih memilih menghindari anda dengan menghapus kontak atau memblokir anda. Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat.

By: Taufiqurrahman Hardika

Semua postingan

puisi kota malam

                               Puisi kota malam Matahari balik ke peranduannya Bulan dan bintang keluar menghiasi langit Lampu-lamp...